RSS

Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif, Sikka

30 Jul

Tujuan dari FAO fact finding mission sebagai bahan untuk menyusun grand strategy dalam pengembangan mata pencaharian alternative di Kabupaten Sikka yang mencakup budidaya laut, pertanian, peternakan, dan ekowisata. Beberapa criteria penting untuk pemilihan lokasi adalah akses, organisasi masyarakat berjalan baik (ada leadership yang kuat), dan lokasi cocok untuk pengembangan komoditas tertentu. Informasi penting yang dibutuhkan adalah profil desa, kebiasaan masyarakat dalam mengakses modal (seperti bank), kapasitas local dalam melakukan bisnis yang akan dikembangkan, dan cost & benefit.

Pertemuan di Desa Waiara dihadiri oleh ketua LPSTK, pengumpul rumput laut, dan para petani budidaya rumput laut.  Masyarakat Desa Waiwara mengalami peningkatan pendapatan sejak beralih profesi dari penangkapan ikan ke budidaya rumput laut.  Kendala utama penangkapan adalah adanya ketidakpastian hasil tangkapan nelayan, terutama terkait dengan musim.  Ada musim tertentu dimana nelayan tidak bisa menangkap ikan.  Sementara dengan budidaya rumput laut, pendapatan mereka jauh lebih stabil dan berjelanjutan.  Panen rumput laut dilakukan setiap 45 hari.

PMU Coremap dan Dinas Kelautan & Perikanan Kabupaten Sikka sangat membantu masyarakat Desa Waiwara dalam pengembangan rumput laut, baik melalui permodalan maupun dukungan teknis. Bantuan permodalan dilakukan melalui Seed Fund yang dikelola oleh LKM.  Bantuan modal sebesar Rp 50 juta yang diberikan Coremap tahun 2009 melalui LKM, saat ini telah berkembang menjadi sekitar Rp 100 juta.  Saat ini LKM Desa Waiwara sedang memepersiapkan pembentukan koperasi.

Setiap nelayan rata-rata memiliki 50 longline dengan modal sekitar Rp 6 juta termasuk biaya investasi. Setelah panen, rumput laut dijemur hingga 3 hari (tergantung cuaca) dan kemudian dijual dengan harga Rp 7 ribu/kg (bahkan pernah mencapai Rp 14 ribu/kg).  Total panen untuk 50 longline adalah sekitar 1 ton (1.000 kg).  Lokasi perairan desa Waiwara hanya cocok untuk rumput laut, sehingga komoditas budidaya laut lainnya tidak memungkinkan, termasuk budidaya kerapu.

Sementara itu Desa Darat Pantai memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan, yaitu dengan keberadaan pasir putih, hutan mangrove, perairan yang jernih, dan berhadapan langsung dengan Pulau Babi.  Perairan sekitar Pulau Babi merupakan kawasan DPL sehingga memiliki terumbu karang yang terjaga. Menurut pelaku wisata, jumlah kunjungan wisatawan asing di Desa Darat Pantai sekitar 40 orang per minggu dan kebanyakan dari Jerman dan Australia.

 
Leave a comment

Posted by on July 30, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: