RSS

Lokakarya MCS, Kupang

07 Oct

 

Lokakarya MCS dilaksanakan oleh RCU Nusa Tenggara Timur di Hotel Astiti, Kupang, tanggal 1 – 2 Oktober 2010.  Lokakarya dihadiri perwakilan dari Pokmaswas, PPNS Perikanan, TNI AL, dan Polair, baik dari Kabupaten Sikka maupun Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, menyamakan persepsi, dan peningkatan kerjasama antara Pokmaswas, PPNS perikanan, TNI AL, dan Polair dalam pengawasan perikanan berbasis masyarakat.  Pemateri terdiri dari Kadis Kelautan & Perikanan Propinsi NTT, Asdir MCS Coremap II, DirPolair Polda NTT, Lantamal VII TNI AL, Koordinator PPNS Perikanan, Pokmaswas Kabupaten Sikka.

Rumusan Hasil Lokakarya:

1.       Perencanaan kegiatan pengawasan sumberdaya kelautan & perikanan ke depan menitikberatkan pada peningkatan sarana pengawasan, peningkatan kemampuan sumberdaya manusia pengawas, pemutakhiran data bidang pelanggaran sumberdaya kelautan & perikanan serta mengacu pada visi pengawasan ke depan, yaitu meminimalkan pelanggaran terhadap sumberdaya kelautan & perikanan  dan bersinergi dengan program Kementerian Kelautan & Perikanan RI melalui pendekatan kewilayahan.

2.       Keberhasilan dalam pembangunan kelautan perikanan khususnya dalam bidang pengawasan sumberdaya kelautan & perikanan dituntut adanya kesamaan visi misi di tingkat propinsi dan kabupaten/kota.  Untuk itu sasaran kegiatan harus mengacu pada program-program unggulan dengan memperhatikan isu-isu strategis dan potensi sumberdaya di tingkat propinsi dan kabupaten/kota.

3.       Keberhasilan dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan ujung tombaknya adalah pada keberadaan pokmaswas di masyarakat.  Kedepan perlu segera ditindaklanjuti dengan pengukuhan pokmaswas dan perlu pembinaan secara berjenjang dari tingkat bawah, mulai dari Satgas III di tingkat kecamatan, Satgas II di kabupaten/kota, dan Satgas I di tingkat propinsi.

4.       Tindak lanjut dan implementasi dari program Coremap II khususnya dalam bidang pengawasan sumberdaya kelautan & perikanan tetap mengacu pada metode Monitoring, Controlling, Surveillance, dan investigation.  Untuk itu perlu disusun mengenai petunjuk teknis dan operasional dari metode tersebut.

5.       Keberhasilan kegiatan pengawasan sumberdaya kelautan & perikanan telah mendapat dukungan penuh dari dari Lantamal VII Kupang dan Polair Polda NTT dalam bentuk bantuan sarana pengawasan ataupun bantuan personil pengawasan.  Perlu disusun naskah kerjasama atau keputusan bersama dalam bidang pengawasan sumberdaya kelautan & perikanan khususnya yang mendukung program Coremap II di NTT.

6.       Untuk meningkatkan fungsi dan peran dari pokmaswas dalam bidang pengawasan sumberdaya kelautan & perikanan, perlu dibekali pengetahuan dasar pengawasan dengan dilengkapi identitas dan sarana pengawasan yang memadai serta segera dibentuk sekretariat pokmaswas di setiap desa/kelurahan atau kecamatan.

7.       Dinas Kelautan & Perikanan Propinsi NTT maupun Dinas Kelautan & Perikanan kabupaten/kota diharapkan memberikan reward bagi pokmaswas yang berhasil melaksanakan kegiatan pengawasan sumberdaya kelautan & perikanan melalui penilaian lomba berdasarkan kriteria yang ditetapkan.

8.       Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan operasional pengawasan sumberdaya kelautan & perikanan perlu didukung dana yang memadai yang bersumber dari APBN, APBD I, dan APBD II.

 
Leave a comment

Posted by on October 7, 2010 in Project Brief

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: