RSS

Management Plan KKLD

19 Jan

Perairan laut Kabupaten Berau terletak didalam kawasan segitiga karang dunia (coral triangle) diakui sebagai kawasan terumbu karang dengan tingkat keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia dan merupakan rumah bagi lebih dari 600 spesies karang atau 75 persen dari seluruh spesies karang yang diketahui ilmu pengetahuan. Survey terakhir diperairan laut Berau menunjukan bahwa kawasan ini mempunyai lebih dari 460 spesies karang, menjadikannya sebagai kawasan dengan tingkat keanekaragaman hayati laut tertinggi ketiga di dunia, setelah kepulauan Solomon dan Raja Ampat.  Studi tersebut juga mendokumentasikan lebih dari 870 spesies ikan, dari kuda laut yang kecil sampai pari manta raksasa, dan 10 spesies mamalia laut yang bermigrasi.

Kawasan laut kabupaten Berau dikenal sebagai tempat mencari makan dan tempat bertelur penyu laut terbesar di Asia Tenggara yang bermigrasi dari berbagai negara, seperti Malaysia, Pilipina, dan Jepang.  Selain itu, terdapat danau air laut di pulau Kakaban yang merupakan danau laut terbesar di dunia dan mempunyai  empat jenis ubur-ubur yang tidak menyengat.  Hutan mangrove kabupaten Berau diakui sebagai yang terbaik yang tersisa di pulau Kalimantan dengan luas 49.888 hektar.

Sayangnya, potensi sumberdaya laut yang begitu besar tersebut terancam oleh aktifitas manusia seperti penangkapan ikan yang merusak lingkungan (penggunaan bom dan racun sianida), trawl ilegal, penjarahan penyu dan telurnya, penambangan karang, bekarang (reef gleaning), pengrusakan mangrove, penangkapan ikan berlebih, dan pencemaran laut.

Oleh karena itu, Pemda Berau mengeluarkan kebijakan Peraturan Bupati No. 31/2005 tentang Kawasan Konservai Laut (KKL) Berau seluas 1,2 juta hektar.  Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk melindungi keanekaragaman hayati laut dan untuk menjamin perikanan dan pariwisata yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bupati tersebut, Pemda Berau telah mengeluarkan Keputusan Bupati No. 351 Tahun 2006 tentang kerangka penyusunan rencana pengelolaan KK Berau.  Berdasarkan Keputusan Bupati tersebut, penyusunan Rencana Pengelolaan mesti mempertimbangkan aspek sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, aspek sosial ekonomi dan budaya, aspek pengelolaan dan kebijaksanaan, pembiayaan, dan kelembagaan.

 
Leave a comment

Posted by on January 19, 2010 in Management plan KKL Berau

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: