RSS

Persepsi Destructive Fishing

12 Jan

Teknologi penangkapan ikan mengalami perkembangan yang cukup pesat, mulai dari penggunaan alat tangkap yang bisa menangkap ikan seekor demi seekor hingga penggunaan alat tangkap yang mampu menangkap puluhan, ratusan, hingga ribuan ekor ikan sekali tangkap.  Jika dulu nelayan hanya menggunakan pancing dan tombak, kini nelayan menggunakan pukat cincin, pukat pantai, payang, dogol, jaring insang, rawai, hingga muro ami.

Perkembangan yang cukup mengkuatirkan adalah pergeseran penggunaan alat tangkap, dari alat tangkap ramah lingkungan menjadi alat tangkap yang tidak ramah lingkungan (destructive fishing), seperti penggunaan bahan peledak dan racun sianida (pembiusan ikan).

Perkembangan lain adalah penangkapan ikan yang dulunya hanya memburu ikan target, tapi kini ikan non-target pun ikut terangkut, seperti penggunaan pukat harimau.

Konsekuensi dari perkembangan ini adalah perubahan pola penangkapan ikan, dari yang mudah menangkap ikan menjadi relative lebih susah.  Demikian pula dari segi jarak, jika dulu cukup menangkap ikan di sekitar pantai dengan biaya yang murah, kini menangkap ikan mesti jauh dari pantai dan membutuhkan dana yang cukup besar.  Selain itu, waktu tempuh juga semakin lama.

Dari segi hasil tangkapan, perkembangan penangkapan ikan juga menunjukan tren yang semakin menurun dari waktu ke waktu.  Kondisi ini diperparah dengan persepsi masyarat nelayan tradisional yang meyakini bahwa ‘selama masih ada ikan di laut berarti ikan masih tetap ada’ atau ‘selama masih ada daun di pohon berarti masih ada ikan di laut’.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: